BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat di tengah bulan suci Ramadhan. Guna menjaga kestabilan pasokan dan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok, Pemprov Kalsel resmi menggelar program Gerakan Pangan Murah pada hari ini, Kamis (12/3/2026).
Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi
emak-emak dan masyarakat luas yang biasanya dihadapkan pada tradisi kenaikan
harga bahan pokok setiap kali memasuki bulan puasa hingga menjelang Lebaran.
Melalui GPM, masyarakat dapat memborong berbagai kebutuhan pokok dengan harga
distributor yang jauh lebih miring dibandingkan harga di pasaran.
Hadirnya Gerakan Pangan Murah ini merupakan
wujud nyata intervensi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan
memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadhan. Berbagai
komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur ayam
dapat dinikmati masyarakat secara berlimpah.
Tak
hanya kebutuhan pokok harian saja, Pemprov Kalsel juga membawa kabar baik bagi
masyarakat akan kondisi stok kebutuhan pokok lainnya. Hal ini berarti kehadiran
program Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya memberikan solusi bagi kebutuhan
pokok harian saja. Kabar baik ini juga berlaku bagi komoditas daging sapi yang
kerap menjadi incaran utama untuk menu sahur dan berbuka puasa. Dengan
demikian, masyarakat dapat berpuasa tanpa harus khawatir akan ketersediaan stok
daging sapi di tengah Ramadhan. Pemerintah memastikan bahwa stok daging sapi di
wilayah Kalsel saat ini dalam kondisi aman dan sangat terkendali.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian
panik/panic buying. Pasokan yang ada dipastikan mampu memenuhi lonjakan
permintaan warga selama bulan Ramadhan tanpa harus memicu lonjakan harga yang
tidak wajar.
Program Gerakan Pangan Murah ini
diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat Kalsel dalam menjalankan
ibadah puasa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan
harga di pasar tradisional dan menjaga kelancaran distribusi rantai pasok
pangan hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang.

0 Komentar