Breaking News

Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Pegunungan Maros, Bawa 11 Orang

MAROS, SULAWESI SELATAN – Sebuah pesawat terbang jenis ATR dengan rute penerbangan Yogyakarta (JOG) menuju Makassar (UPG) dilaporkan hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia Air Transport tersebut dikabarkan membawa total 11 orang, yang terdiri dari 3 orang penumpang dan 8 orang kru pesawat.

Kronologi Kejadian Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat lepas landas dari Yogyakarta dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun, komunikasi terputus saat pesawat diperkirakan sedang melintas di atas wilayah pegunungan Maros.

Kepala Kantor Basarnas Makassar membenarkan insiden tersebut. Pihaknya menerima laporan hilang kontak (lost contact) dari AirNav sekitar pukul 13.17 WITA.

"Benar, kami menerima informasi adanya pesawat jenis ATR 400 yang hilang kontak. Titik koordinat terakhir terpantau berada di sekitar wilayah pegunungan di Kabupaten Maros," ujar pihak Basarnas dalam keterangan awalnya kepada awak media.

Upaya Pencarian Merespons laporan tersebut, Basarnas Makassar segera menerjunkan tim rescue menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir pesawat terdeteksi. Medan yang berupa pegunungan dan hutan lebat menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan dalam upaya pencarian ini.

"Tim sudah kami berangkatkan untuk melakukan penyisiran dan evakuasi. Kami juga berkoordinasi dengan aparat setempat, baik TNI maupun Polri, serta masyarakat di sekitar lokasi untuk memantau tanda-tanda keberadaan pesawat," tambahnya.

Data Penumpang Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi seluruh penumpang dan awak pesawat. Pihak maskapai dan otoritas bandara masih terus melakukan koordinasi intensif terkait data manifest dan status penerbangan.

Keluarga penumpang yang menunggu di Bandara Sultan Hasanuddin tampak cemas menanti kabar terbaru. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close