Kapuas Hulu, ( 15/11/2025)– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kapuas Hulu kembali menjadi sorotan tajam. Meski aparat kepolisian telah berulang kali melakukan penertiban di lapangan dengan menyita alat berat dan menangkap para pekerja, sang pemodal besar—yang diisukan sebagai bos PETI terbesar, berinisial J—diduga masih bebas berkeliaran dan tidak tersentuh proses hukum.
Isu yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa J seolah memiliki "imunitas" hukum karena kuatnya dugaan adanya perlindungan atau backing dari oknum aparat penegak hukum.
APH belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ini. Namun, desakan publik agar aparat berani menindak aktor utama di balik kerusakan lingkungan ini terus menguat.
Dugaan Bekingan Aparat Berbaju Hijau
Sumber dari masyarakat setempat yang mengetahui dinamika praktik ilegal ini mengamini adanya dugaan keterlibatan aparat dalam melindungi bos PETI.
Seorang warga, yang meminta namanya dirahasiakan karena alasan keamanan, memberikan kesaksian.
“Memang benar, di sini sudah menjadi rahasia umum. Bos [J] itu seperti punya pagar gaib. Kalau ada penertiban, yang kena hanya pekerja atau alat di lapangan saja. Dia santai-santai saja,” ujar warga tersebut kepada [lintassorot] melalui sambungan telepon.
Warga tersebut menambahkan, bahwa pengamanan dan perlindungan yang diberikan diduga berasal dari oknum aparat tertentu.
“Kami melihat sendiri, ada orang-orang berbaju hijau (aparat) yang diduga menjadi ‘pengaman’ aktivitasnya. Itu yang membuat kami bingung, padahal PETI ini merusak sungai dan lingkungan kami, tapi kenapa dibiarkan?” tambahnya dengan nada khawatir.
Aktivitas PETI di Kapuas Hulu telah menyebabkan dampak lingkungan yang masif, mulai dari pencemaran sungai, sedimentasi, hingga kerusakan ekosistem air yang mengancam mata pencaharian masyarakat tradisional.
Saat ini, masyarakat Kapuas Hulu menunggu ketegasan dari institusi penegak hukum, tidak hanya menangkap pekerja lapangan, melainkan berani menyeret dan memproses hukum para pemodal besar yang menjadi dalang utama kehancuran lingkungan tersebut.
0 Komentar