KAPUAS HULU — Tanggal 20 Februari menjadi momentum yang sangat istimewa dan sarat makna. Pada hari ini, masyarakat tidak hanya memperingati Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo), tetapi juga merayakan Hari Keadilan Sosial Sedunia (World Day of Social Justice) secara global. Peringatan ganda ini menjadi pengingat pentingnya sinergi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan menghargai kontribusi para pahlawan pembangunan ekonomi.
Hari Pekerja Indonesia yang diperingati setiap 20 Februari merupakan bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi para buruh dan pekerja di seluruh penjuru Tanah Air. Peringatan ini merujuk pada momentum bersejarah bersatunya berbagai serikat pekerja pada tahun 1973, yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden pada tahun 1991. Para pekerja diakui sebagai urat nadi yang terus menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan nasional.
Di saat yang bersamaan, peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia yang dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membawa pesan universal tentang pentingnya menghapuskan kesenjangan. Peringatan ini menyoroti isu-isu krusial seperti kemiskinan, pengangguran, dan pemenuhan hak asasi manusia.
Kedua peringatan ini memiliki benang merah yang sangat kuat. Keadilan sosial tidak akan terwujud tanpa adanya pemenuhan hak-hak pekerja, lingkungan kerja yang aman, perlindungan jaminan sosial, serta iklim yang kondusif. Pemenuhan hak-hak ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan elemen masyarakat.
Dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), peringatan ini juga menjadi refleksi bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi utama bagi para pekerja untuk dapat beraktivitas dengan tenang dan produktif. Lingkungan yang aman dan damai akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya bermuara pada pemerataan kesejahteraan sosial.
Momentum 20 Februari diharapkan tidak hanya sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi langkah nyata bagi seluruh pihak untuk terus merawat semangat gotong royong, memperjuangkan kesetaraan, dan memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam gerbong pembangunan.

0 Komentar