Breaking News

Dihantam Sentimen Global: Rupiah Tertekan Hampir Sentuh Rp17.000, IHSG Merah, Emas Antam Bertahan

JAKARTA — Kondisi pasar modal dan nilai tukar domestik hari ini diuji oleh ketatnya sentimen global. Eskalasi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah serta bayang-bayang ekspektasi inflasi Amerika Serikat (AS) memicu pergerakan pasar yang fluktuatif dan menekan laju ekonomi dalam negeri.

Berdasarkan pantauan hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terpantau tertekan hebat. Mata uang Garuda bergerak sangat dinamis di kisaran Rp16.890 hingga Rp16.930 per Dolar AS. Para pelaku pasar tampaknya cenderung bersikap wait and see, beralih ke aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian kondisi global.

Tekanan serupa juga sangat terasa di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan bak rollercoaster. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat unjuk gigi dan menyentuh level 8.328. Sayangnya, optimisme tersebut tidak bertahan lama. Aksi jual oleh para investor membuat indeks kembali terseret ke zona merah menjelang penutupan sesi.

Di sisi lain, di tengah fluktuasi tajam yang terjadi pada nilai tukar dan pasar saham, emas tampaknya tetap menjadi primadona aset pelindung nilai (safe haven). Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau kokoh tak goyah, bertahan di level harga Rp2.916.000 per gram.

Stabilitas harga emas ini memberikan sedikit angin segar bagi masyarakat maupun investor yang menyimpan portofolio investasi mereka pada logam mulia tersebut di tengah badai sentimen pasar.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close