MOSKOW & WASHINGTON DC – Harapan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Ukraina kembali membuncah setelah utusan khusus mantan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dilaporkan telah bertemu langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskow pada awal Desember 2025. Pertemuan rahasia namun berbobot ini menjadi sorotan utama, menandakan adanya proposal perdamaian baru yang didukung Amerika Serikat.
Pertemuan Empat Mata di Kremlin
Sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa Witkoff dan Kushner menghabiskan lebih dari empat jam dalam diskusi intensif dengan Putin di Kremlin. Agenda utama adalah memperkenalkan "Rencana Perdamaian 28 Poin" yang dikembangkan oleh tim Trump. Proposal ini dinilai lebih fleksibel dan menawarkan kompromi signifikan dibandingkan upaya perdamaian sebelumnya.
Asisten Kremlin, Yuri Ushakov, dalam keterangan singkatnya menyebut pertemuan itu "konstruktif" dan membantu kedua belah pihak untuk "lebih memahami posisi masing-masing." Namun, Putin juga menyisipkan peringatan mengenai potensi campur tangan pihak Eropa yang bisa menghambat proses perdamaian ini.
Garis Besar "Rencana 28 Poin": Kompromi demi Perdamaian
Proposal yang dibawa utusan Trump ini mencakup beberapa poin krusial:
Status Krimea dan Donbas: Amerika Serikat mengusulkan pengakuan de facto atas kendali Rusia terhadap Krimea dan sebagian besar wilayah Donbas. Bahkan ada wacana pembentukan "Zona Ekonomi Bebas" di area-area yang masih menjadi sengketa.
Netralitas Ukraina: Ukraina diminta untuk secara konstitusional meninggalkan ambisinya bergabung dengan NATO. Namun, sebagai gantinya, Ukraina akan tetap memiliki jalan terbuka untuk menjadi anggota Uni Eropa.
Jaminan Keamanan: Tanpa keanggotaan NATO, AS bersedia menawarkan "jaminan keamanan yang kuat" yang sering disamakan dengan komitmen Pasal 5 NATO, tetapi tanpa kehadiran pasukan NATO di wilayah Ukraina.
Pembatasan Militer: Proposal ini juga menyertakan pembatasan ukuran angkatan bersenjata Ukraina dalam upaya de-eskalasi jangka panjang.
Diplomasi Bergerak Cepat dari Miami ke Berlin
Langkah diplomatik tim Trump tidak berhenti di Moskow. Setelah pertemuan dengan Putin, Witkoff dan Kushner dilaporkan melanjutkan perjalanan ke Berlin pada pertengahan Desember untuk menyelaraskan proposal jaminan keamanan dengan sekutu-sekutu Eropa dan perwakilan Ukraina.
Puncaknya, pada akhir Desember, sebuah pertemuan lanjutan dijadwalkan di Miami antara utusan AS dan delegasi Rusia yang dipimpin oleh Kepala Dana Kekayaan Negara Rusia, Kirill Dmitriev. Pertemuan ini diharapkan akan menuntaskan detail-detail teknis, termasuk nasib aset-aset Rusia yang masih dibekukan oleh Barat.
Tantangan Terakhir Menuju Perdamaian
Meskipun Trump menyatakan bahwa perdamaian kini "tinggal sejengkal," tantangan besar masih membayangi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadapi tekanan domestik yang masif terkait konsesi wilayah. Sementara itu, Putin sendiri masih menekankan bahwa tujuan "operasi militer khusus" harus tercapai sepenuhnya.

0 Komentar